Garut Kota kompas rakyat Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Barat, Aang Abdullah Zein, Melantik dan Pengukuhan Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Garut Masa Khidmat 2025-2030, yang dilaksanakan di Gedung Pendopo Garut, Jalan Kabupaten, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Rabu (7/1/2026). Kegiatan ini di hadiri juga oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Garut, Forkopimda, Anggota DPRD Kabupaten Garut, Kepala Kemenag Kabupaten Garut, serta pengurus MUI Kabupaten Garut.
Ketua Umum MUI Provinsi Jawa Barat, Aang Abdullah Zein, menyampaikan rasa syukur dan berbahagia dalam mengikuti kegiatan pelantikan dan pengukuhan Pengurus MUI di Kabupaten Garut.
Ia menjelaskan terdapat 4 pilar utama MUI Provinsi Jawa Barat yang selaras dengan tujuan akhir untuk bersinergi dengan MUI di Kabupaten Garut, diantaranya;
1. Bersatu dalam satu Aqidah
2. Berjama’ah dalam ibadah
3. Toleransi dalam khilafiyah (perbedaan pendapat)
4. Bekerja sama dalam dakwah
Ia juga mengajak, untuk seluruh pengurus yang baru dilantik untuk bisa bekerja keras, cerdas, tuntas, ikhlas serta bersinergitas.
“Bersinergilah dengan pemerintahan, bersinergilah dengan seluruh jajaran sehingga MUI mewarnai dan memberi rasa pada seluruh ranah masyarakat kita,” ajaknya.
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, yang selaku Ketua Dewan Pertimbangan MUI Kabupaten Garut yang baru dilantik, menyampaikan “Wilujeng sumping” (Selamat datang) kepada Ketua Umum MUI Provinsi Jawa Barat, Aang Abdullah Zein, yang telah berkenan hadir di Kabupaten Garut.
Setelah di lantik, dirinya menyampaikan rasa syukur dan suatu kehormatan menjadi bagian dari keluarga MUI di Kabupaten Garut.
Ia berharap, kepada pengurus yang baru dilantik untuk senantiasa memposisikan terkait dinamika di Kabupaten Garut untuk mengembang amanah demi masyarakat.
Sebagai penutupnya, Syakur mengucapkan terima kasih kepada pengurus MUI Masa Khidmat tahun 2020-2025 atas dedikasi yang telah tertuang dalam pengabdian serta berpesan kepada pengurus MUI masa Khidmat tahun 2025-2030 agar mempersiapkan program kerja demi mengahadapi tantangan yang kompleks di Kabupaten Garut.
Ketua MUI Kabupaten Garut masa Khidmat 2020-2025, A. Abdul Mujib Muhamad, menilai kegiatan ini merupakan wujud dari bukti nyata pengakuan untuk bekerja disebuah lembaga melalui pengukuhan.
“Mudah-mudahan Allah memberikan rahmat dan ridhonya,” ungkapnya.
Ia menegaskan, bahwa sebuah organisasi tercipta karena adanya seseorang yang berjiwa kepemimpinan didalam pengurusan untuk menimbang pekerjaan.
“Karena tugas pemimpin harus menfungsikan 4 tugas kepemimpinan yaitu sebagai perintis, penyelaras, pemberdaya, dan panutan,” tegasnya
Ketua MUI Kabupaten Garut Masa Khidmat 2025-2030, Rd. Amin Muhyiddin Maolani, menjelaskan bahwa pelantikan dan pengkuhan ini sebagai dari pemenuhan amanah keumatan.
“MUI hadir sebagai Khadimul Ummah dan Shadiqul Hukumah menjaga marwah ulama sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mewujudkan kemaslatan umat dan kemajuan masyarakat khususnya di Kabupaten Garut,” jelasnya.
Ia menegaskan, tema transformasi lembaga MUI tahun 2025-2030 di tuntut untuk beradaptasi secara kelembagaan dalam penguatan organisasi maupun kemanfaatan ruang digital yang tertuang dalam nilai keulamaan.
Pihaknya berkomitmen, MUI Kabupaten Garut bisa menjadikan pemenuhan pondasi berdasarkan tata kelola yang baik serta berkolaboratif sampai dengan tingkat Kecamatan.
“Kami yang meyakini bahwa kemajuan Kabupaten Garut harus ditopang oleh kekuatan moral dan spiritual. MUI siap bersinergi dengan Pemerintah Daerah dan forkopimda dalam menjaga stabilitas, kerukunan umat, serta iklim yang kondusif bagi pembangunan daerah,” tegasnya.
Diakhir, Ia berpesan kepada pengurus yang baru dilantik untuk senantiasa sejalan mengembang amanah.
“Jadikan masa khidmat ini sebagai masa pengabdian yang memiliki fokus pada integritas, kerja nyata untuk kebermanfatan umat dan masyarakat,” tutupnya.
Berikut susunan kepengurusan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Garut, masa khidmat 2025-2030, meliputi:
1. Dewan Pertimbangan, 28 orang (Diketuai oleh Dr. Ir. H. Abdusy Syakur Amin, M.Eng. IPU)
2. Dewan Pimpinan Harian, 16 orang (Diketuai oleh KH. Rd. Amin Muhyiddin Maolani)
3. Sekretaris Umum, 16 orang (Diketuai oleh H. Mohamad Yusuf Sapari, S.Pd., M.M.Pd.)
4. Bendahara Umum, 3 orang (Diketuai oleh H. Ropiudin Soleh, S.Ag., MM.)
———–fiki













Komentar