IWO Indonesia Kawal Moratorium Perumahan Usai Banjir Lumpuhkan 16 Kecamatan di Bekasi

Kabupaten Bekasi — Kompas Rakyat
Banjir yang melumpuhkan 16 kecamatan di Kabupaten Bekasi dinilai bukan sekadar bencana alam, melainkan akumulasi dari persoalan tata ruang yang diabaikan bertahun-tahun. Menanggapi kondisi tersebut, Ketua DPD Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) Kabupaten Bekasi, Ade Gentong, menyatakan komitmen organisasinya untuk mengawal penghentian sementara (moratorium) pembangunan perumahan baru di wilayah terdampak, Kamis (29/1/2026).
Sejumlah wilayah seperti Sukawangi, Tambun Utara, dan Sukatani hingga kini masih terendam banjir dengan ketinggian air berkisar 50 sentimeter hingga 1,5 meter. Kawasan tersebut berubah menyerupai hamparan danau, memutus aktivitas warga dan memaksa ribuan orang mengungsi.
Menurut Ade Gentong, kondisi ini menjadi peringatan keras bahwa kebijakan tata ruang di Kabupaten Bekasi sudah berada pada titik genting. Ia mendesak Pemerintah Kabupaten Bekasi untuk meninjau ulang izin Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal), khususnya di kawasan perumahan yang terdampak parah seperti Nebraska, Lavender Grand, Permata Residen, serta proyek perumahan lain di sekitarnya.
“Pembangunan perumahan yang terlalu dekat dengan bantaran Sungai Cikarang Bekasi Laut (CBL) dan Kali Bekasi terbukti memperbesar risiko banjir, termasuk potensi jebolnya tanggul dan hilangnya daerah resapan air,” kata Ade.
IWOI Kabupaten Bekasi juga menegaskan akan berperan sebagai pengawas independen untuk memastikan tidak terjadi praktik perizinan yang menyimpang antara pengembang dan oknum pemerintah, terutama di tengah kondisi darurat yang dialami ribuan warga.
“Banjir ini bukan semata akibat curah hujan. Ini adalah dampak nyata dari pembangunan yang serampangan dan mengabaikan daya dukung lingkungan. IWO Indonesia tidak akan tinggal diam melihat pemukiman terus tumbuh tanpa sistem drainase yang memadai,” ujar Ade. Ia menegaskan, moratorium pembangunan perumahan perlu diberlakukan hingga sistem pengendalian banjir dibenahi secara permanen.
Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi mencatat ribuan rumah terendam dan aktivitas ekonomi warga lumpuh hampir total. Dalam situasi tersebut, IWO Indonesia menginstruksikan seluruh anggotanya di lapangan untuk terus melaporkan titik penyumbatan drainase serta wilayah rawan banjir guna mempercepat penyaluran bantuan dan penanganan teknis oleh pemerintah daerah.
IWO Indonesia juga mengajak masyarakat sipil, akademisi, dan organisasi lingkungan untuk bersama-sama mengawal pembenahan tata ruang sebagai upaya perlindungan jangka panjang bagi warga Kabupaten Bekasi. (Red)






Tinggalkan Balasan